Selasa, 06 Agustus 2013

APARAT BRIMOB JAGA ASET PERKEBUNAN SAWIT PT.NABIRE BARU,HAK HIDUP DAN KEBEBASAN PEMILIK ULAYAT TERANCAM

Nabire-Satuan Brigade Mobil (BRIMOB) di tempatkan di daerah wami km 16 tempat lahan perkebunan sawit PT.Nabire Baru, yang kurang lebih sudah bertugas selama lima bulan. Menurut masyarakat setempat (Masyarakat Suku Yerisiam) dan juga kariawan yang bekerja di pt.nabire baru tersebut bahwa; mereka tidak bebas dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari karena mereka harus berhadapan dengan aturan aparat brimob yang sangat ketat. "Kami mau ijin untuk ke kota berobat saja atau beli keperluan lain harus pakai waktu, sampai kami nie heran apa kami nie anak sekolah atau kariawan eee...???( Imbuh seorang kariwan pt.nabire baru Derek Hanebora)

Hal lain juga di sampaikan oleh salah seorang pemilik ulayat suku yerisiam; Imanuel Money mengatakan; "Kehadiran aparat brimob di wami nie sungguh sangat mengancam hak kami sebagai pemilik ulayat sekaligus sebagai masyarakat pribumi papua. Karena ketika mereka hadir hingga kini, kami hrus terus berurusan dengan mereka atau moncong senjata, karena ketika kami (pemilik ulayat) mau protes tentang perusahan atau hal-hal lain, kami pemilik ulayat harus berhadapan dengan brimob, harus berhadapan dengan brimob, harus berhadapan dengan brimob. Apa brimob yang punya sawit atau pt.babire baru; sambil memukul kepalanya menyesalinya.

Sekedar informasi ketika kehadiran aparat brimob hingga saat ini, sudah terjadi 5 kasus penganiayaan terhadap masyarakat pemilik ulayat setempat. Salah satu kasus yang menjadi sorotan media adalah kasus penganiaayan yang terjadi pada salah seorang pemilik ulayat yaitu; Titus Money, Pada 26 Juni 2013, sekitar pukul 04.00 sore, akibat kejadian itu korban mengalami luka memar dan bibir atas yang pecah akibat di aniaya menggunakan popor senjata.

Ini adalah praktek kapitalis indonesia yang menjarah dan merampas hak orang papua tampa memikirkan apa yang akan di alami oleh rakyat papua, ketika rakyat papua angkat bicara, di perhadapkan oleh moncong aparat milik antek-antek bangsa indonesia. Allah...Tuhanku kapan semua ini berakhir ka ?

 Berikut ini beberapa gambar foto korban yang di ambil setelah selesai menjalani proses pengobatan;




Selamatkan Hutan Masyarakat Pribumi Suku Besar Yerisiam

1 komentar: